Sejarah
Pada awalnya Karang Kemanisan
Menelusuri asal-usul bukan pekerjaan gampang, memang. Begitu juga menelusuri sejarah suatu tempat atau desa seperti halnya Legian. Sangat tidak mudah. Terlebih lagi, hingga kini sulit menemukan bukti-bukti otentik yang bisa menjelaskan kelahiran Desa Legian, baik berupa prasasti, tinggalan arkeologis, teks-teks tradisional seperti babad ataupun sumber-sumber historis lainnya…(selanjutnya)
Legian sebagai Desa Agraris
Awalnya, Legian merupakan sebuah desa agraris. Sebagian besar warga Legian merupakan kelompok masyarakat petani dan sebgaian kecil menekuni aktivitas melaut sebagai nelayan. Hal ini dikarenakan kondisi geografis Legain yang memang mendukungnya. Disisi timur terdapat hamparan tanah sawah dan tegalan yang cukup luas. Sementara disisi barat adalah laut yang menjadi tempat bagi para� � nelayan untuk mencari penghidupan… (selanjutnya)
Legian sebagai Kota Turis
Awal tahun 1970-an, Kuta berkembang menjadi desa yang sering dikunjungi wisatawan. Seperti sering diungkap dalam sejumlah sumber tertulis. Awal perkembangan dunia kepariwisataan di kawasan Kuta didorong oleh kedatangan pasangan seniman Amerika, Louise Garet dan Robert Koke di tahun 1936 yang kemudian mendirikan Kuta Beach Hotel. Disusul kemudian kedatangan wanita berkebangsaan Amerika kelahiran Skotlandia, Vanine Walker yang biasa dipanggil Miss Manx sekitar tahun 1932 silam…(selanjutnya)